Kamis, 26 Agustus 2010

Sebuah Sajak


Belantara ini begitu indah,
kelam dan dalam.
Tapi ada janji-janji
yang harus aku tepati.
Dan masih panjang
jalan terentang,
sebelum aku tenang,
pulang kandang.
(Robert Frost)

Lara Sang Petualang 1


Mencari sebuah pengakuan tanpa selembar kertas fakta bukanlah perkara yang mudah, tapi Sang Petualang 1 akan tetap berusaha. Untuk Sang Petualang 2, 3, 4, & 5 jangan sebut aq Sang Petualang 1 jika aq gagal mendapatkan pengakuan dari Bunga Kuning, Bunga Kuning yang selalu ada di dada kiri kita pada saat kita berjuang, walaupun kuantitas dan kualitas pesaing tidak seperti yang kita harapkan tetapi kita tidak akan takut jikalau kuantitas dan kualitas pesaing lebih dari itu.  Toh kalaupun pengakuan tersebut gagal didapatkan janganlah berkecil hati karena derai tawa dan air mata kita dibalaskan dengan pengalaman yang sangat berharga serta belum tentu kita alami satu kali lagi, petualangan kita boleh berahir tanpa sebuah pengakuan tetapi petualangan tuk memuwujudkan mimpi-mimpi kita selanjutnya tidak akan perna larut dan tenggelam sampai disini.

Selasa, 17 Agustus 2010

SUARA HATI ANAK BANGSA: APAKAH KITA SUDAH MERDEKA?


“17 Agustus tahun 1945, itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka, nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia”

 Itulah kutipan lagu yang sering kita dengar dimana-mana jika sudah masuk bulan Agustus. Begitu juga dengan bulan Agustus 2010 ini, yapz, tepat 65 tahun lalu pada tanggal 17 Agustus 1945 teks proklamasi dikumandangkan oleh sang proklamator Bung Karno dan Bung Hatta, 17 Agustus itulah suatu hari yang sangat bersejarah dan sampai sekarang diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tak terkecuali bulan Agustus ini, walaupun dalam suasana bulan ramadhan dimana sebagian besar bangsa Indonesia sedang melaksanakan ibadah puasa, bangsa Indonesia tetap semangat memeriahkan dirgahayu kemerdekaan bangsa kita ini, sang saka merah putih berkibar gagah hampir disetiap halaman rumah serta segala pernak-pernik HUT RI yang membuat suasana semakin hidup, baik di desa maupun kota, kemudian para pelajar tetap berbondong-bondong pergi kelapangan terbuka yang disiapkan untuk upacara peringatan HUT RI dengan penuh semangat dan pakaian yang rapi lengkap dengan segala atributnya. Sungguh pemandangan yang sangat indah sekali melihat semua ini. Mungkin inilah ungkapan syukur bangsa Indonesia terhadap perjuangan dan cucuran darah para ksatria-ksatria dan srikandi-srikandi yang rela  berjuang dan rela mati demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Tetapi, akankah kemeriahan ini hanya ada pada bulan Agustus? dan apakah sisanya hanya detik-detik yang diisi dengan realita hidup yang tidak identik dengan suatu kemerdekaan?
Apakah bangsa ini sudah merdeka?, kita memang sudah merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang, dan secara de facto dan de jure memang seluruh bangsa di muka bumi mengakui kemerdekaan kita. Tetapi masih banyak rakyat miskin yang bertahan hidup dengan segala cara, termasuk berdesak-desakan mengantri sembako yang dibagikan pada setiap bulan ramadhan bahkan sampai ada yang kehilangan nyawa hanya demi mengantri beberapa liter beras. Kemudian bantuan-bantuan dari pemerintah yang tidak tepat sasaran seperti adanya BLT yang tidak diterima warga miskin seperti yang sering diberitakan ditelivisi, pengemis yang menadahkan tangannya demi koin-koin yang dianggapnya begitu berharga demi menyambung hidupnya, pemulung yang memakan sayur mayur dan buah-buhan busuk demi mengisi perutnya, apakah ini bisa dikatakan “merdeka” bagi rakyat miskin itu?
Masih banyak anak-anak yang putus sekolah dan menari-nari dijalan-jalan karena kejamnya biaya pendidikan dan terpaksa menggerakkan otot-otot kecil mereka demi membantu orang tua mereka. Kemudian beasiswa-besiswa disekolah dan universitas yang seharusnya diterima pelajar atau mahasiswa miskin, diterima oleh pelajar atau mahasiswa yang mempunyai gadget-gadget canggih, biaya sekolah yang sangat tinggi walaupun katanya sudah ada BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Apakah ini bisa dikatakan “merdeka” untuk para anak-anak dan pelajar Indonesia? Apakah dengan banyaknya pelajar yang putus sekolah akibat kejamnya biaya ini membuat bangsa kita akan bertambah bodoh?
Sekali lagi, kita memang sudah merdeka dari penjajah tetapi kenapa mereka yang berkuasa menggusur, menindas, korupsi, merugikan serta mengorbankan rakyat demi kepentingan mereka sendiri?, apakah benar kita sudah bebas dari penjajah? Apakah mereka berbeda dengan penjajah?. Bayangkan pada era sekarang ini untuk hanya menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) kita memerlukan uang jutahan bahkan puluhan juta untuk bisa menjadi PNS, dan bagi yang tidak mempunyai uang sedemikian rupa, impian menjadi PNS terkadang hanya khayalan belaka, KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dimana-mana dalam mencapai segala hal, dan masih banyak sekali hal-hal lain yang menjadi pertanyaan menyangkut kemerdekaan kita yang belum tentu selesai jika diceritakan semua dalam tulisan ini.
Merdeka memanglah Hak Asasi Manusia, tetapi sebelum memaknai kemerdekaan secara nasional, kita harus memaknai kemerdekaan secara personal, apakah bangsa Indonesia secara personal sudah merdeka? Pasti banyak sekali pendapat yang berbeda mengenai apa itu kemerdekaan, yang pasti kita harus menghargai jasa-jasa pahlawan kita yang rela berkorban dan rela mati demi bangsa Indonesia ini, kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan suatu pengabdian, prestasi dan hal-hal positive demi kemajuan bangsa, demi ibu pertiwi dan demi mendapatkan kemerdekaan sebenarnya, KEMERDEKAAN SEJATI.
Tunjukan bahwa kita bersaudara, luka mereka, luka kita juga, tunjukkan..!!!! tunjukan oleh kita, derita yang ada derita kita juga..!!!!”
HIDUP RAKYAT INDONESIA……..!!!!!!
<!-- multiply:no_crosspost -->

Jumat, 30 Juli 2010

“MENCARI JALAN TERBAIK UNTUK KAMI, KITA DAN KALIAN”




Surat Keputusan Dirjen Dikti No 163/2007 tentang Penataan Nama dan Kode Program Studi yang berisi penggabungan/mergerisasi Program Studi (PS) Budidaya/Agronomi, Hortikultura, dan Arsitektur Lansekap ke dalam satu wadah bernama Agroekoteknologi berdampak terhadap keberadaan Program Studi atau Jurusan yang digabung menjadi satu wadah bernama agroekoteknologi tersebut.

Memang dengan adanya mergerisasi akan membuat cakupan ilmu pertanian yang akan dikuasai para lulusannya menjadi luas dan tidak terpaku pada satu bidang ilmu, tetapi jika dilihat dari sisi lain dengan adanya mergerisasi itu juga akan mengeneralisasi ilmu serta akan menghilangkan spesialisasi ilmu. Apakah hal ini akan mengkerdilkan keilmuan yang dimiliki lulusan pertanian karena ilmu-ilmu yang diajarkan akan sangat general atau sebaliknya akan memperluas keilmuan yang dimiliki lulusan pertanian?. Apakah Indonesia akan kehilangan ahli-ahli tanah, ahli-ahli agronomi dan ahli-ahli hama penyakit tanaman atau akan menambah para ahli-ahli dan pakar pertanian?. Apakah ini dapat menyebabkan kemunduran pertanian Indonesia atau sebaliknya akan memajukan pertanian Indonesia?. Prinsip untuk mengembangkan suatu ilmu bukan berdasarkan teori ekonomi yaitu atas dasar hukum permintaan dan penawaran, Apakah benar jika keberadaan suatu ilmu dikembangkan berdasarkan kepada peminatnya saja?.

Melihat kondisi kekinian sekarang kita harus sama-sama saling memikirkan, kita tidak boleh egois. Jika kita menolak Agroekoteknologi, mau dibawah kemana mahasiswa Agroekoteknologi yang sudah ada?, tetapi dengan telah terbentuknya FORMATANI (Forum Mahasiswa Agrotek/Agroekoteknologi Indonesia) yang pembuatan logo dan AD/ART telah selesai pada acara konsolidasi Mahasiswa Agrotek/Agroekoteknologi Indonesia pada tanggal 14-17 Juli 2010 lalu di Universitas Brawijaya, serta pembentukan GBHK/GBHO dan pemilihan Badan Eksekutif Pusat-nya akan dilakukan di Universitas Padjajaran pada awal 2011 mendatang, apakah yang akan terjadi dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah, Himpunan Mahasiswa Agronomi dan Himpunan Mahasiswa Hama dan Penyakit Tanaman yang dalam skala nasionalnya ada FOKUSHIMITI (Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia), FKK HIMAGRI (Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia), dan HMPTI ( Himpunan Mahasiswa Perlindungan Tanaman Indonesia) jika keran regenerasinya telah tertutup rapat.?.Kita harus duduk satu bangku untuk memikirkan agar keran regenarasi di Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah, Agronomi dan Hama Penyakit Tanaman tetap terbuka lebar, jika tidak ingin ketiga Himpunan tersebut hanya akan tinggal nama yang terlukis dalam sejarah, tentunya dengan JALAN TERBAIK yang tidak mengabaikan keberadaan Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi.

Sabtu, 10 Juli 2010

AKU ANAK "NEGERI SUNGAI"


Sebagai seseorang yang dilahirkan dan dibesarkan  di “Negeri Sungai” sudah selayaknya saya mengetahui apa itu Sungai?. Sungai itu Indah jika kita membuatnya indah, tetapi sungai itu kumuh jika kita membuatnya kumuh, jadi kelestarian dan keindahan sungai itu tergantung dari manusia yang merawatnya karena pada hakikatnya sungai itu diciptakan Allah SWT dalam keadaan yang indah dan bersih sebagaimana juga kita dilahirkan dalam keadaan bersih dari dosa. Sungai itu memang indah seperti indahnya masa kecil ku dimana sungai menjadi tempat kami anak-anak “Negeri Sungai” mencari “keindahan” masa kecil. Itu hanya gambaran betapa cintanya saya terhadap “Negeri Sungai” versi saya.

Apa itu Sungai??
Sungai merupakan tempat penampungan sampah dan limbah?, apakah benar?  Sesungguhnya sungai itu merupakan tempat penampungan air yang berasal presipitasi kalau di Indonesia, air tersebut mengalir menuju danau atau laut, jadi sungai itu merupakan jalur alami air menuju kawasan tersebut. Sungai itu pembawa musibah ? apakah benar? Tentu tidak sungai menjadi pembawa musibah karena manusia yang memancing musibah itu datang. Sungai meluap dan tidak dapat lagi manampung air yang dapat menyebabkan banjir itu dikarenakan ulah manusia yang merusak kelestarian sungai seperti membuang sampah pada sungai yang dapat menghambat aliran sungai menuju laut. Sungai meluap karena kurangnya daerah resapan air yang bisa disebabkan karena pengrusakan hutan di daerah hulu sungai serta bisa disebabkan juga pembangunan disekitar aliran sungai baik dikanan maupun kiri sehingga daerah resapan air berkurang dan penampungan air hasil presipitasi hanya bergantung pada sungai. Tentunya masih banyak lagi tingkah laku manusia yang dapat merusak kelestarian sungai. Sungai bisa mendatang rezeki jika kita mampu mengelolanya dengan baik.

Berdasarkan beberapa artikel rekan-rekan blogger yang saya baca, kutipan-kutipannya dibawah ini tentunya bisa menambah wawasan kita mengenai sungai.:

Dua proses penting dalam sungai adalah erosi dan pengendapan, yang dipengaruhi oleh jenis aliran air dalam sungai yaitu:
·         aliran laminer: jika air mengalir  dengan lambat, partikel akan bergerak ke dalam arah paralel terhadap saluran.
·         aliran turbulen: jika kecepatan aliran berbeda pada bagian atas, tengah, bawah, depan dan belakang dalam saluran, sebagai akibat adanya perubahan friksi, yang mengakibatkan perubahan gradien kecepatan. Kecepatan maksimum pada aliran turbulen umunya terjadi pada kedalaman 1/3 dari permukaan air terhadap kedalaman sungai.

Erosi terjadi pada dinding ataupun dasar sungai dibawah kondisi aliran yang bersifat turbulen. Pengendapan akan terjadi jika material yang dipindahkan jauh lebih besar untuk digerakkan oleh kecepatan dan kondisi aliran. Pada kondisi aliran turbulen erosi akan terjadi akibat terbawanya material dan pengendapan terjadi ketika hasil erosi tersebut menuju ke arah bawah tidak terpindahkan lagi oleh aliran.

Jenis sungai dapat dibedakan menurut jumlah air dan genetiknya, yaitu :
Sungai menurut jumlah air dibedakan :
·      sungai permanen - yaitu sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera.
·         sungai periodik - yaitu sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo, dan sungai Opak di Jawa Tengah. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sungai Brantas di Jawa Timur.
·         sungai intermittent atau sungai episodik - yaitu sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba.
·         sungai ephemeral - yaitu sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak.

Sungai menurut genetiknya dibedakan :
·         sungai konsekwen yaitu sungai yang arah alirannya searah dengan kemiringan lereng
·         sungai subsekwen yaitu sungai yang aliran airnya tegak lurus dengan sungai konsekwen
·         sungai obsekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya berlawanan arah dengan sungai konsekwen
·         sungai insekwen yaitu sungai yang alirannya tidak teratur atau terikat oleh lereng daratan
·         sungai resekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya searah dengan sungai konsekwen.

Kamis, 03 Juni 2010

BACK TO NATURE WITH INDONESIAN SOIL SCIENCE COMMUNITY 2010





Back to Nature with Indonesian Soil Science Community dengan tema “Selamatkan Bumi Demi Masa Depan yang Lebih Baik” diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Universitas Sriwijaya pada tanggal 24-27 Mei 2010 di kota Palembang dan Indralaya. Pelaksanaan kegiatan yang diketuai oleh Ihsan Zakirsyah diikuti sertai oleh Mahasiswa Ilmu Tanah dari 6 Universitas yaitu, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Jenderal Soedirman Poerwokerto, Universitas Jambi, Universitas Bengkulu dan Universitas Tanjung Pura Pontianak.

Adapun rangkaian kegiatannya adalah Seminar Nasional, Mukerwil FOKUSHIMITI BEW II, Soil Judging Training, Aksi Solidaritas Peduli Lingkungan, Soil Fun dan Dies Natalies HIMILTA yang ke 35. Seminar Nasional dilaksanakan pada hari Senin 24 Mei 2010 di Gedung Serbaguna Pasca Sarjana Palembang, seminar ini bertujuan untuk menambah wawasan tentang pembangunan pertanian dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan, seminar ini bertema “Optimalisasi Lahan Rawa di Indonesia dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional dan Peningkatan Perekonomian Masyarakat Setempat Berbasis Lingkungan”.

Mukerwil FOKUSHIMITI BEW II dilaksanakan juga pada hari senin 24 Mei 2010 di Ruang Seminar Jurusan Tanah, Indralaya. Musyawarah ini bertujuan untuk menghimpun Mahasiswa Ilmu Tanah yang tergabung dalam Badan Eksekutif Wilayah (BEW) II guna membahas program atau rencana ke depan. Soil Judging Training dilaksanakan pada hari Selasa 25 Mei 2010 di desa Sungai Rambutan Kabupaten Ogan Ilir, kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mahasiswa dalam mengidentifikasi tanah pada lahan rawa.

Aksi Solidaritas Peduli Lingkungan dilaksanakan pada hari Rabu 25 Mei 2010 di Bundaran Air Mancur kota Palembang, rincian kegiatannya berupa, bagi-bagi sticker dan pamplet serta orasi yang berisi himbauan-himbauan yang mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Soil Fun juga dilaksanakan pada hari Rabu 25 Mei 2010 di kota Palembang, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pusat pariwisata dan budaya kota Palembang. Dies Natalies HIMILTA UNSRI yang ke 35 dilaksanakan di Ruang Seminar Jurusan Tanah UNSRI, Indralaya, kegiatan ini dilaksanakan sekaligus untuk menutup rangkaian kegiatan BACK TO NATURE WITH INDONESIAN SOIL SCIENCE COMMUNITY 2010.


Kamis, 22 April 2010

KEKAYAAN HAYATI MEMBUAT AKU CINTA DAN BANGGA TERHADAP INDONESIA




Sebuah pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta”. Begitu juga dengan negara kita, jika kita lebih mengenal tanah air kita ini maka kita akan semakin sayang dan semakin cinta terhadap tanah air kita ini. Salah satu yang bisa membuat kita lebih cinta lagi dengan tanah air kita Indonesia yaitu kekayaan hayatinya.

Sadar atau tidak kekayaan hayati itu dapat kita lihat dilingkungan sekitar kita, baik itu kampus, kostan, rumah dan lain-lain. Coba kita lihat dikampus kita banyak sekali keanekaragaman hayati yang bisa kita lihat salah satu contohnya tumbuhan berbunga dan coba kita hitung ada berapa jeniskah tumbuhan berbunga yang ada di lingkungan kampus kita…????yang pastinya tidak cukup waktu 1 jam untuk menghitung berapa banyak tumbuhan berbunga yang ada dikampus kita.

Coba kita renungkan hanya disekitar lingkungan kampus kita perlu waktu yang cukup banyak untuk menghitung salah satu contoh kekayaan hayati, itu hanya disekitar kampus, apalagi bila kita menghitung kekayaan hayati yang ada diIndonesia tentunya keanekaragaman hayatinya akan lebih banyak lagi.

Menurut Pitriana dan Rahmatia dalam BioEkspo (2008), Negara kita hanya mencakup 1,3 % dari total daratan Indonesia. Namun demikian, Negeri kita memiliki kekayaan hati yang sangat besar. Indonesia memiliki 10% jenis tumbuhan berbunga dari total keseluruhan tumbuhan berbunga yang ada didunia, 12% jenis mamalia dunia, 16% jenis reptile dan amfibi dunia, sekitar 17% jenis burung didunia serta 25% lebih jenis ikan dunia. Kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia, banyak diantaranya yang merupakan spesies endemik. Artinya, kekayaan itu hanya dapat kamu temukan di Indonesia dan tidak dapat ditemukan ditempat lain diluar Indonesia.

Ini hanya sebagian kecil hal-hal yang bisa membuat kita cinta dan bangga dengan tanah air kita ini. Saya berharap setelah membaca tulisan ini para pembaca bisa lebih mencintai dan bangga dengan tanah air kita Indonesia yang tercinta ini. Saya tidak bisa menjelaskan lebih spesifik mengenai contoh keanekaragman hayati yang ada di Indonesia baik flora maupun fauna karena keterbatasan ruang pada tabloid ini. Pesan saya, kita harus menjaga flora dan fauna di Indonesia ini dari kepunahan terutama akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga Negara kita ini tetap kaya dengan keanekaragaman hayati.




Dalam SOLID (SOIL TABLOID) Edisi 1 Februari 2009